MONEV KOPERTAIS II JAWA BARAT BERKUNJUNG KE STIESIP Tahun 2021

Purwakarta (3/11)— Kopertais II Wilayah Jawa Barat yang diwakili oleh Bapak Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag., M.Si, dan Bapak Alex Muhamad Musthafa, S.Sos. berkunjung ke STIESIP, dalam rangka agenda tahunan Kopertais yakni monitoring dan evaluasi (Monev), pada hari Rabu, 3 November 2021/27 Rabiul Awal 1443 H. Kunjungan ini merupakan komitmen Kopertais Wilayah II Jawa Barat untuk memastikan Perguruan Tinggi yang berada di bawah tanggung jawab Kopertais Wilayah II Jawa Barat terus melakukan peningkatan kualitas lembaga demi kebermanfaatan yang lebih luas untuk semua stakeholder.

Ketua STIESIP bersama seluruh Pimpinan dan Struktural serta Manajemen hadir. Agenda berjalan dengan baik, acara dibuka oleh Dr. Imam Sucipto, S.Sy., M.Ag selaku Sekretaris LPM STIESIP. Dilanjutkan dengan sambutan Ahmad Damiri, S.Sy., M.Ag selaku Ketua STIESIP, kemudian arahan dan teknis evaluasi dan monitoring dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat disampaikan oleh Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag., M.Si., selanjutnya agenda diisi dengan diskusi tanya jawab dari semua peserta yang hadir dalam acara monev.

Proses konfirmasi data pelayanan akademik disampaikan dengan baik, Pihak Kopertais memberikan apresiasi atas kesiapan STIESIP menyesuaikan digitalisasi sistem perkuliahan dengan e-learning, sistem ke-SDM an, Sarpras, layanan kemahasiswaan, hingga pelaporan dan kegiatan-kegiatan praktikum disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Ada beberapa pesan yang disampaikan pada monev saat ini, “Pertama, STIESIP harus bisa menyeimbangkan dengan berbagai perubahana saat ini, karena saat ini sudah banyak bermunculan Lembaga edukasi berbasis digital, Serifikat Karir, Google Sertifikat, My Univercity, dll. Kampus yang hebat, kampus yang kuat adalah kampus yang responsive terhadap perubahan. Perguruan tinggi harus bisa menciptakan pengakuan lulusan dari masyarakat, Lembaga atau instansi dimana saat wisuda, mahasiswa lulusan kita sudah tersalurkan ke tempat kerja”. Papar pak Ramdani.

“Kedua, dosen harus bisa mengajarkan sesuatu perubahan yang tidak pasti terhadap mahasiswa, menyadarkan hal tidak pasti terhadap teknologi kepada mahasiswa, soal-soal ketidakpastian, sehingga mahasiswa bisa menguasai multi talenta saat lulus kuliah. Dosen harus bisa merubah maindset mahasiswa dari future thinking menjadi Creat New Thinking, cara berpikir yang best practice bergeser ke cara berpikir future practice”. Tambah pak Ramdani.

“Ketiga, teknologi yang semakin cepat, sudah mengubah kebiasan kita semua, merubah tatanan proses belajar mengajar atau strategi pembelajaran, seperti media pembelajaran, sarana prasarana berbasis digital, dll. Kampus masa depan bisa jadi tidak lagi membutuhkan lahan yang cukup luas, tinggal perkuat database perangkat pembelajaran yang memadai dijaman saat ini salah satunya dengan hybrid learning”. Imbuh pak Ramdani.

Karakteristik perguruan tinggi sangat beragam, ada yang masuknya gampang tapi setelah lulus susah mencari kerja, ada yang masuknya susah sekali sampai berlika liku prosesnya, tapi setelah lulus mudah mencari kerja. “Alhamdulillah kampus STIESIP mempunyai proses masuk kuliah yang mudah dan mudah juga dalam mencari pekerjaan, bahkan banyak mahasiswa STIESIP sudah bekerja sebelum mereka lulus”. Tambah Ketua STIESIP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.