July 19, 2024
Berita TerbaruHot Topic

STIESIP Melangsungkan Seminar Inklusi Keuangan Syariah

Purwakarta | Seminar Inklusi Keuangan Syariah merupakan bagian rangkaian kegiatan kegiatan akademik yang wajib di ikuti oleh semua mahasiswa STIESI Purwakarta. Seminar tersebut dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang sistem, produk, dan jasa keuangan, serta ketersediaan layanan keuangan syariah formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Karena pada dasarnya inklusi keuangan syariah merupakan upaya untuk membuat produk dan layanan keuangan syariah tersedia dan terjangkau bagi semua individu dan bisnis. Ini mencakup akses terhadap layanan perbankan syariah, asuransi syariah, investasi syariah, dan teknologi keuangan syariah. Dalam kegiatan seminar ini mahasiswa dikenalkan dengan salah satu bentuk investasi dengan jual beli saham, reksadana, dan obligasi.

Seminar Inklusi Keuangan Syariah ini dihadiri oleh semua mahasiswa angkatan 2023, Ketua STIESIP, Ibu Waka I Bidang Akademik, Bapak Waka III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sekaligus sebagai pembina galery investasi STIESIP, pengurus Galery Investasi STIESIP, dan beberapa perwakilan dosen STIESIP. Adapun yang menjadi narasumber dalam seminar ini adalah Toto Andrianto, SE, MM dari BRI Danareksa Sekuritas dan Firman Hananto dari Bursa Efek Indonesia.


Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 Juni 2024, di Aula Kampus STIESI Purwakarta. Seminar ini bagian dari bukti keberlanjutan kerjasama STIESI Purwakarta dengan BRI Danareksa Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Serta alhamdulillah kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana edukasi mahasiswa terhadap sistem, produk, dan jasa keuangan, serta ketersediaan layanan keuangan syariah yang disampaikan langsung oleh para praktisi atau para ahli dibidangnya.

Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan indeksi inklusi keuangan syariah, sejalan dengan semakin besar pengetahuan mahasiswa dan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah, karena berdasarkan data bahwa minat masyarakat terhadap keuangan syariah masih sangat rendah dibandingkan dengan konvensional. Hal ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, dimana indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 12,12% tertinggal jauh dari indeks keuangan secara umum yang mencapai 85,10%.