Purwakarta, 29 November 2025 – Kampus STIESI Purwakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam etika dan perilaku sosial. Pada hari Sabtu tanggal 29 November 2025, kegiatan Table Manner yang bertemakan “Elegance Redefined: Mastering the Art of Formal Dining” berhasil digelar di Prime Plaza Hotel Purwakarta. Acara ini diikuti oleh 85 mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah, menjadikannya sebagai salah satu kegiatan kampus yang paling diminati dan edukatif di akhir tahun ini.

Kegiatan Table Manner ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang etika bersantap formal, yang merupakan bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa di era globalisasi. Dalam dunia bisnis dan diplomasi, kemampuan untuk bersantap dengan elegan tidak hanya menunjukkan kesopanan, tetapi juga membangun citra profesional. Tema “Elegance Redefined” mencerminkan upaya untuk mendefinisikan ulang konsep keanggunan dalam konteks modern, di mana mahasiswa syariah diajarkan untuk menggabungkan nilai-nilai islami dengan praktik-praktik internasional. Acara ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Pembukaan acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan MC Ahmad Ali Sopian, S.E., M.E., dilanjut dengan sambutan resmi dari Ketua STIESI Purwakarta, yang diwakili oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Bapak Moch. Cahyo Sucipto, M.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Moch. Cahyo Sucipto menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari kurikulum pengembangan diri mahasiswa. “Table Manner bukanlah hal yang sepele. Di dunia syariah dan perbankan, kita sering berinteraksi dengan berbagai pihak, baik dalam negeri maupun internasional. Kemampuan untuk bersantap dengan benar tidak hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga mencerminkan integritas dan profesionalisme kita sebagai calon pemimpin di bidang ekonomi syariah,” ujarnya di hadapan peserta yang antusias.

Bapak Moch. Cahyo Sucipto juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi STIESI Purwakarta untuk mencetak lulusan yang holistik, yaitu tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga terampil dalam aspek sosial dan etika. Ia berharap mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus maupun di masyarakat. “Ini adalah langkah awal untuk membangun generasi muda yang siap bersaing di tingkat global, sambil tetap menjaga nilai-nilai syariah yang kita anut,” tambahnya. Sambutan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari mahasiswa, yang terlihat bersemangat untuk memulai sesi-sesi berikutnya.

Setelah pembukaan, acara berlanjut dengan pemaparan materi Table Manner oleh tim profesional dari Prime Plaza Hotel Purwakarta. Para instruktur hotel, yang berpengalaman dalam pelayanan hospitality, memberikan penjelasan komprehensif tentang dasar-dasar etika bersantap formal. Materi mencakup berbagai aspek, mulai dari penempatan alat makan, urutan penggunaan sendok dan garpu, hingga cara berinteraksi dengan tamu lain di meja makan. Para mahasiswa diajarkan bahwa dalam budaya formal, setiap gerakan memiliki makna, dan kesalahan kecil seperti menggunakan garpu yang salah bisa menimbulkan kesan yang kurang baik.

Pemaparan ini tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai dengan demonstrasi langsung. Instruktur menunjukkan contoh-contoh praktis, seperti cara menyapa tamu, menunggu tuan rumah untuk mulai makan, dan bahkan bagaimana menangani situasi darurat seperti tumpahan makanan. Mahasiswa dari Prodi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah sangat antusias, karena mereka menyadari bahwa keterampilan ini akan berguna dalam acara-acara bisnis, seminar internasional, atau bahkan dalam karier di perbankan syariah di mana networking menjadi kunci sukses. Salah satu instruktur, Bagian Manager Hospitality Prime Plaza, mengatakan, “Kami bangga bisa berkontribusi dalam pendidikan mahasiswa STIESI. Table Manner adalah fondasi untuk membangun hubungan yang harmonis, dan kami harap mahasiswa ini bisa menerapkannya di berbagai konteks.”

Sesi berikutnya adalah praktek langsung tentang Manner yang baik dan benar. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, dalam bentuk table melingkar berisi 5-9 mahasiswa. Mereka diajarkan untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari, mulai dari duduk dengan postur yang tepat hingga berbicara dengan sopan selama makan. Acara ini diadakan di ruang Nagamas Corner yang elegan, dengan meja-meja yang telah disiapkan lengkap dengan peralatan makan formal. Mahasiswa berlatih menggunakan berbagai jenis alat makan, seperti garpu ikan, pisau steak, dan gelas anggur, sambil memahami aturan-aturan yang berlaku. Suasana praktek ini sangat interaktif, dengan instruktur memberikan umpan balik langsung kepada setiap mahasiswa, sehingga mereka bisa memperbaiki kesalahan secara real-time.

Banyak mahasiswa mengaku bahwa praktek ini membuka mata mereka tentang kompleksitas etika bersantap. Seorang mahasiswa bernama Irpan Pauzi, mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, berbagi pengalamannya, “Saya pikir table manner itu sederhana, tapi ternyata ada banyak detail yang harus diperhatikan. Ini sangat berguna untuk masa depan saya, terutama jika saya bekerja di bank syariah yang sering mengadakan acara formal.” Pengakuan serupa datang dari Ajeng Kusumaningtias, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah, yang mengatakan, “Kegiatan ini membuat saya lebih percaya diri. Sebelumnya, saya takut salah saat makan di acara resmi, tapi sekarang saya tahu caranya. Terima kasih STIESI dan Prime Plaza atas kesempatan ini.”

Acara ditutup dengan sesi Room Tour di Prime Plaza Hotel Purwakarta. Mahasiswa diajak berkeliling hotel untuk melihat fasilitas-fasilitas mewah, seperti kamar-kamar suite, ballroom, dan area rekreasi. Tour ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari pembelajaran tentang hospitality. Mereka belajar tentang standar pelayanan hotel bintang lima, yang bisa menjadi inspirasi untuk industri perhotelan syariah di masa depan.

Dalam pernyataannya, Bapak Moch. Cahyo Sucipto menegaskan bahwa STIESI Purwakarta berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa. “Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga di bidang soft skills. Table Manner adalah salah satu aspek yang sering diabaikan, padahal sangat penting dalam membangun karakter. Dengan tema “Elegance Redefined”, kami ingin menunjukkan bahwa keanggunan bisa diwujudkan dalam segala hal, termasuk dalam bersantap, yang sejalan dengan nilai-nilai syariah seperti kesederhanaan dan rasa hormat,” tambahnya. Ia juga berterima kasih kepada pihak Prime Plaza Hotel atas dukungan mereka, yang membuat acara ini berjalan lancar.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini juga memberikan testimoni positif. Silmy Azizah mahasiswa Ekonomi Syariah, mengatakan, “Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya belajar banyak tentang etika, dan sekarang saya merasa lebih siap untuk menghadapi dunia luar. Tema ‘Elegance Redefined’ benar-benar menginspirasi saya untuk mendefinisikan ulang cara saya bersikap.” Sementara itu, Anton Apriadi, mahasiswa Perbankan Syariah, menambahkan, “Sebagai mahasiswa perbankan syariah, saya sering berpikir bahwa ilmu utama adalah tentang ekonomi dan keuangan. Tapi kegiatan ini mengingatkan saya bahwa aspek sosial juga krusial. Terima kasih STIESI atas inisiatif ini.”

Kegiatan Table Manner ini sukses besar dengan partisipasi aktif dari 85 mahasiswa. Acara tidak hanya meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang etika bersantap, tetapi juga memperkuat ikatan antara kampus dan industri hospitality. STIESI Purwakarta melalui Wakil Ketua III-nya, Bapak Moch. Cahyo Sucipto, berharap kegiatan ini akan menjadi inspirasi untuk program-program serupa di masa depan. Dengan demikian, mahasiswa STIESI Purwakarta tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga secara sosial, siap menghadapi tantangan global dengan elegan dan bermartabat.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pihak hotel, yang melihatnya sebagai langkah positif untuk membangun generasi muda yang sadar akan pentingnya etika. Di era digital ini, di mana interaksi fisik sering kali diabaikan, acara seperti ini menjadi pengingat bahwa keterampilan dasar seperti table manner tetap relevan. Mahasiswa pulang dengan kenangan indah dan pengetahuan baru, siap menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. STIESI Purwakarta sekali lagi membuktikan diri sebagai kampus yang inovatif dan peduli terhadap pengembangan holistik mahasiswanya.

Dalam konteks lebih luas, kegiatan ini juga sejalan dengan tren pendidikan tinggi yang semakin menekankan soft skills. Di Indonesia, khususnya di bidang syariah, mahasiswa perlu dibekali dengan keterampilan yang tidak hanya teknis, tetapi juga interpersonal. Dengan kerjasama seperti ini, STIESI Purwakarta menunjukkan komitmennya untuk menjadi pionir dalam pendidikan yang komprehensif. Acara pada 29 November 2025 ini akan dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah kampus, di mana mahasiswa belajar bahwa keanggunan bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan sesuatu yang bisa didefinisikan ulang sesuai dengan konteks zaman.

Para mahasiswa juga berbagi bahwa kegiatan ini meningkatkan solidaritas antar sesama. Dalam kelompok praktek, mereka saling membantu dan belajar bersama, menciptakan suasana yang harmonis. Ini adalah nilai tambah yang tidak terduga, di mana pendidikan tidak hanya tentang individu, tetapi juga tentang komunitas. Bapak Moch. Cahyo Sucipto menutup pernyataannya dengan harapan, “Semoga kegiatan ini menjadi awal dari banyak inisiatif serupa. Kami di STIESI Purwakarta berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam segala aspek, agar mereka bisa menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika tinggi.”

Dengan panjang acara yang mencapai lebih dari lima jam, mulai dari pembukaan hingga room tour, kegiatan ini memberikan pengalaman yang mendalam. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, yang membuat pembelajaran lebih efektif. Prime Plaza Hotel Purwakarta, sebagai mitra, juga mendapat manfaat dari kolaborasi ini, karena memperkenalkan fasilitas mereka kepada generasi muda. Ini adalah contoh sinergi antara pendidikan dan industri yang patut ditiru.
