Mahasiswa STIESI Purwakarta Gelar Outing Class KSK Level 7: Eksplorasi Bisnis Syariah dari Koperasi hingga Wisata Modern

Purwakarta, 30 November 2025 – Dalam rangka memperdalam pemahaman mahasiswa tentang manajemen bisnis dan lembaga perbankan syariah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Indonesia (STIESI) Purwakarta menggelar kegiatan Outing Class Klinik Spesialisasi Kompetensi (KSK) Level 7. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah tambahan wajib yang diikuti oleh seluruh mahasiswa, bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis di dunia bisnis syariah. Pada hari Minggu, 30 November 2025, sebanyak 80 mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah berkumpul untuk menjelajahi tiga destinasi edukatif: Koperasi Darut Tauhid, Museum Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Floating Market di Lembang. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga sarana rekreasi yang memperkuat solidaritas antar mahasiswa.

Kegiatan dimulai pagi-pagi buta dengan keberangkatan dari kampus STIESI Purwakarta menuju Pondok Pesantren Darut Tauhid, yang terletak di daerah Bandung. Di sana, mahasiswa diterima oleh pengurus koperasi yang memberikan pemaparan materi tentang tata kelola koperasi dan berbagai unit bisnis yang beroperasi di lingkungan pesantren. Koperasi Darut Tauhid dikenal sebagai salah satu model koperasi syariah yang sukses di Indonesia, mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan praktik bisnis modern. Mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana koperasi ini mengelola unit-unit bisnis seperti pertanian organik, pengolahan makanan halal, dan layanan keuangan syariah. Pemateri dari koperasi menjelaskan bahwa tata kelola koperasi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, seperti keadilan, transparansi, dan keberlanjutan. Salah satu aspek menarik adalah bagaimana koperasi ini mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk para santri dan petani lokal. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, di mana mereka bertanya tentang tantangan dalam mengelola koperasi di era digital dan bagaimana prinsip syariah diterapkan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Setelah sesi di Koperasi Darut Tauhid, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Museum UPI di Bandung. Museum ini merupakan pusat edukasi yang menyimpan sejarah dan perkembangan Universitas Pendidikan Indonesia, salah satu universitas terkemuka di bidang pendidikan. Kunjungan ini dirancang untuk memberikan perspektif tentang peran pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, khususnya dalam konteks bisnis syariah. Di museum, mahasiswa diajak menjelajahi berbagai koleksi artefak, dokumen sejarah, dan pameran interaktif yang menggambarkan evolusi pendidikan di Indonesia. Salah satu highlight adalah pameran tentang kontribusi tokoh-tokoh pendidikan dalam membangun ekonomi syariah, seperti integrasi nilai-nilai islami dalam kurikulum pendidikan tinggi. Mahasiswa juga belajar tentang bagaimana UPI berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perbankan syariah. Atmosfer museum yang edukatif membuat mahasiswa merasa terinspirasi, dengan beberapa dari mereka mengungkapkan bahwa kunjungan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya pendidikan sebagai fondasi bisnis yang berkelanjutan.

Kunjungan terakhir membawa mahasiswa ke Floating Market di Lembang, sebuah destinasi wisata modern yang menggabungkan konsep pasar terapung dengan tata kelola wisata yang ramah lingkungan. Di sini, mahasiswa belajar tentang tata kelola wisata yang berbasis syariah, termasuk aspek keberlanjutan, etika bisnis, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Floating Market Lembang dikenal dengan konsepnya yang unik, di mana pengunjung dapat menikmati kuliner dan belanja sambil naik perahu di atas kolam buatan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pedagang dan melihat proses produksi makanan halal. Kegiatan ini juga mencakup diskusi tentang tantangan wisata di teknologi, seperti adaptasi digital pada usaha yang dikelola. Banyak mahasiswa yang mengaku terkesan dengan bagaimana Floating Market berhasil mengintegrasikan hiburan dengan pendidikan bisnis.

Ketua STIESI Purwakarta, H. Ahmad Damiri, S.Sy., M.Ag., CPM., yang sering di sapa Adam menyampaikan pernyataannya tentang kegiatan ini. “Outing Class KSK Level 7 ini adalah wujud komitmen STIESI dalam memberikan pengalaman holistik kepada mahasiswa. Melalui kunjungan ke Koperasi Darut Tauhid, Museum UPI, dan Floating Market, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat aplikasi nyata bisnis syariah di berbagai sektor. Kami berharap kegiatan ini dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja, sekaligus menumbuhkan semangat entrepreneurship berbasis syariah,” ujarnya. Adam menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat jaringan antara kampus dengan institusi eksternal, sehingga mahasiswa dapat belajar dari praktisi yang sukses.

Salah satu mahasiswa peserta, Anton Apriadi dari Program Studi Perbankan Syariah, berbagi pengalamannya. “Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Di Koperasi Darut Tauhid, saya belajar bagaimana koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi syariah tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Kunjungan ke Museum UPI membuat saya sadar betapa pentingnya pendidikan dalam membentuk pemimpin bisnis masa depan. Dan di Floating Market, saya melihat bagaimana wisata bisa menjadi bisnis yang etis dan berkelanjutan. KSK ini benar-benar membuka mata saya tentang potensi besar bisnis syariah di Indonesia,” kata Anton dengan antusias. Mahasiswa lain, Muhammad Suhendri dari Ekonomi Syariah, menambahkan, “Kegiatan ini tidak hanya edukatif, tapi juga menyenangkan. Kami bisa belajar sambil bersenang-senang, dan itu membuat materi lebih mudah dicerna. Saya yakin pengalaman ini akan berguna saat kami terjun ke dunia kerja nanti.”

Kegiatan Outing Class ini berjalan lancar berkat koordinasi tim panitia dari STIESI Purwakarta, yang terdiri dari dosen dan staff kampus. Acara ditutup dengan sesi refleksi di mana mahasiswa berbagi insight dan harapan untuk masa depan bisnis syariah. Dengan partisipasi 80 mahasiswa, kegiatan ini menunjukkan semangat tinggi mahasiswa STIESI dalam mengejar ilmu dan pengalaman praktis. Di tengah perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat di Indonesia, inisiatif seperti ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang kompeten dan berintegritas. STIESI Purwakarta berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna mendukung visi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu syariah yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Secara keseluruhan, Outing Class KSK Level 7 ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum untuk membangun komunitas mahasiswa yang solid. Dengan mengintegrasikan elemen edukasi, rekreasi, dan networking, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif bagi peserta. Mahasiswa pulang dengan bekal pengetahuan baru dan motivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan bisnis syariah. STIESI Purwakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain untuk mengadopsi model pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif. Di era digital saat ini, pengalaman seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global dalam bidang ekonomi syariah.

Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan ke Koperasi Darut Tauhid menekankan pentingnya koperasi sebagai alternatif model bisnis yang inklusif. Koperasi ini telah membuktikan bahwa dengan prinsip syariah, bisnis dapat tumbuh tanpa eksploitasi, melainkan melalui kolaborasi dan pemberdayaan. Sementara itu, Museum UPI mengingatkan kita akan peran pendidikan dalam inovasi. Koleksi museum menunjukkan bagaimana pendidikan syariah telah berkembang dari zaman klasik hingga modern, dengan integrasi teknologi dan etika bisnis. Terakhir, Floating Market Lembang merepresentasikan tren wisata yang sedang naik daun, di mana hiburan dan bisnis saling mendukung untuk mencapai keberlanjutan.

Pernyataan dari mahasiswa lainnya, seperti Hani, menegaskan bahwa kegiatan ini meningkatkan soft skills mereka. “Selain ilmu bisnis, kami belajar tentang teamwork dan komunikasi. Outing ini membuat kami lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan praktisi,” ungkapnya. Dengan demikian, KSK Level 7 ini bukan sekadar mata kuliah, melainkan pengalaman transformasional yang membentuk karakter mahasiswa. STIESI Purwakarta terus berinovasi dalam kurikulum untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Akhirnya, kegiatan pada 30 November 2025 ini menjadi bukti bahwa pendidikan syariah di STIESI tidak terbatas pada ruang kelas. Dengan menggabungkan teori dan praktik, mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat, merasakan, dan belajar dari realitas bisnis syariah. Ini adalah langkah maju menuju pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral dan inovatif. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut, memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Written by